News Rantau – Para petani di Desa Rantau mengeluhkan sawah mereka yang kerap terendam banjir setiap musim hujan. Kondisi ini sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada solusi permanen. Banjir yang terjadi berhari-hari menyebabkan petani gagal panen dan mengalami kerugian besar.

Pada September 2025, keluhan ini semakin kuat disuarakan karena intensitas hujan tinggi membuat puluhan hektare sawah di Desa Rantau kembali tergenang. Petani berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki saluran air yang menjadi penyebab utama banjir.
Saluran Air Tidak Berfungsi Optimal
Menurut keterangan warga, saluran air yang menghubungkan area persawahan ke sungai sudah dangkal dan tidak berfungsi optimal. Banyak endapan lumpur dan sampah yang menyumbat aliran, sehingga saat hujan deras, air tidak bisa mengalir lancar.
“Kalau saluran airnya bagus, hujan deras pun tidak masalah. Tapi karena sudah lama tidak diperbaiki, air meluap ke sawah,” ungkap seorang petani di Desa Rantau.
Dampak Banjir: Panen Gagal dan Kerugian Petani
Kerugian akibat banjir di sawah sangat dirasakan petani. Bibit yang baru ditanam rusak, padi yang siap panen roboh, bahkan sebagian hasil panen tidak bisa dijual karena kualitasnya menurun. Kondisi ini membuat petani sulit menutupi biaya produksi, mulai dari pembelian pupuk, bibit, hingga tenaga kerja.
Jika dibiarkan, banjir berulang dikhawatirkan menurunkan minat generasi muda di Desa Rantau untuk bertani. Padahal, pertanian di desa ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga setempat.
Petani Minta Perhatian Pemerintah
Petani berharap pemerintah segera menindaklanjuti masalah ini dengan memperbaiki saluran air dan melakukan normalisasi drainase. Mereka juga meminta adanya program bantuan bagi petani yang terdampak banjir, agar bisa kembali bangkit pada musim tanam berikutnya.
“Harapan kami sederhana, pemerintah bisa memperbaiki saluran air supaya sawah tidak lagi kebanjiran. Kami hanya ingin bisa panen dengan normal,” kata salah seorang petani.
Perbaikan Drainase Penting untuk Ketahanan Pangan
Masalah banjir di persawahan Desa Rantau bukan hanya menyangkut kepentingan petani, tetapi juga ketahanan pangan daerah. Jika produksi beras menurun akibat banjir, masyarakat luas juga akan terdampak.
Oleh karena itu, perbaikan sistem saluran air menjadi prioritas yang mendesak agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat.








