News Rantau – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) melakukan inspeksi intensif di jalur kereta api Medan–Rantau Prapat sebagai bagian dari upaya memperkuat aspek pelayanan dan keselamatan.

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS) “Wijaya Kusuma” dan dipimpin langsung oleh Vice President KAI Divre I Sumut, Sofan Hidayah, beserta jajaran manajemen dan Quality Control masing-masing bidang.
Baca Juga : Dipicu Hal Sepele, Dibalik Pembunuhan Remaja di Deli Serdang yang Direkayasa Tewas Kecelakaan
Rombongan inspeksi menelusuri keseluruhan lintasan, dengan fokus di 12 stasiun: Medan, Bandar Khalipah, Araskabu, Perbaungan, Tebing Tinggi, Lima Puluh, Dusun, Kisaran, Hengelo, Situngir, Marbau, dan Rantau Prapat.
Cek Infrastruktur & Fasilitas Penunjang
Inspeksi mencakup penilaian menyeluruh terhadap prasarana rel, termasuk jembatan, wesel, serta kebersihan jalur. Petugas juga meninjau keadaan fasilitas stasiun seperti loket tiket, ruang tunggu, toilet, musala, dan area boarding guna memastikan semuanya berfungsi optimal untuk kenyamanan penumpang.
Pastikan SDM Siap & SOP Dijalankan
Tak hanya fisik infrastruktur, KAI Sumut juga memastikan bahwa para petugas telah memahami dan menjalankan protokol Standard Operating Procedure (SOP) dengan benar. Ini menjadi salah satu kunci agar operasi harian berjalan lancar dan aman.
Menampung Masukan dari Penumpang Langsung
Selama inspeksi, manajemen melakukan dialog dengan para penumpang di beberapa stasiun untuk mendapatkan masukan langsung. Hal ini menunjukkan pendekatan humanis dan fokus pada pelayanan publik yang responsif.
Hasil: Jalur Operasional dalam Kondisi Prima
Sofan Hidayah menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, kondisi keseluruhan jalur operasional berada “dalam kondisi prima”. Namun, tim tetap akan memantau secara berkala agar layanan kereta api di Sumatera Utara selalu aman, nyaman, dan andal.
Manfaat Inspeksi Ini
-
Meningkatkan Keamanan: Mengurangi risiko kecelakaan atau gangguan teknis lewat pemeriksaan preventif.
-
Memastikan Kenyamanan Penumpang: Fasilitas optimal mempengaruhi kepuasan pengguna jasa.
-
Mendekatkan Manajemen ke Lapangan: Interaksi langsung dengan penumpang memperkuat layanan berbasis kebutuhan nyata.
-
Menguatkan Kepercayaan Publik: Transparansi dan kesiapan operasional membangun citra positif.








