News Rantau – Desa Rantau Panjang, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah meraih Penghargaan Desa Bebas Stunting 2025 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan desa tersebut menurunkan angka stunting secara signifikan dalam dua tahun terakhir.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada Kepala Desa Rantau Panjang, Hasanuddin, pada acara Pekan Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Jakarta, Kamis (9/10).
Dalam laporan resminya, angka prevalensi stunting di Desa Rantau Panjang turun drastis dari 21,8 persen pada 2023 menjadi hanya 6,4 persen di tahun 2025, melampaui target nasional 14 persen.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan penuh masyarakat. Kami berkomitmen menjaga pola makan sehat, sanitasi layak, dan pemantauan gizi balita secara rutin,” ujar Hasanuddin usai menerima penghargaan.
Program Inovatif dan Dukungan Masyarakat
Desa Rantau Panjang dikenal sebagai salah satu desa percontohan dalam pelaksanaan Program Aksi Cegah Stunting Berbasis Keluarga (ACSBK) yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Program ini menitikberatkan pada edukasi gizi ibu hamil, peningkatan asupan makanan bergizi, dan monitoring tumbuh kembang anak di bawah dua tahun (baduta).
Selain itu, pemerintah desa menggandeng Puskesmas Singkep Barat dan TP PKK Kabupaten Lingga untuk melakukan Gerakan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dengan memanfaatkan pangan lokal seperti ikan laut, daun kelor, dan sayuran organik hasil kebun warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, dr. Rini Astuti, mengapresiasi peran aktif Desa Rantau Panjang yang dinilai mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Ada kerja keras kader posyandu, tenaga medis, dan dukungan tokoh masyarakat. Ini bukti bahwa penanganan stunting efektif bila dilakukan dari tingkat desa,” ujarnya.
Pemkab Lingga Siap Replikasi ke Desa Lain
Bupati Lingga, M. Nizar, menyampaikan rasa bangga dan berjanji akan mereplikasi model keberhasilan Desa Rantau Panjang ke seluruh desa di Kabupaten Lingga.
“Kami ingin menjadikan Desa Rantau Panjang sebagai role model. Pemerintah daerah akan memperluas pendampingan dan memastikan setiap desa memiliki program berbasis keluarga dalam pencegahan stunting,” kata Nizar.
Ia juga menegaskan bahwa penurunan stunting merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Lingga pada 2025–2026. Pemerintah daerah akan memperkuat kerja lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pendidikan, agar upaya penanganan gizi buruk dapat berjalan berkelanjutan.
Dengan capaian ini, Kabupaten Lingga kini masuk dalam daftar 10 besar kabupaten terbaik di Indonesia dalam program percepatan penurunan stunting versi Kementerian Kesehatan.







