News Rantau — Gelombang aksi demo yang meluas di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, berdampak langsung pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di kota tersebut memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka dan memberlakukan sistem belajar dari rumah demi menjaga keselamatan siswa.

Kebijakan ini diambil setelah aparat keamanan meningkatkan penjagaan di beberapa titik rawan keramaian. Dinas Pendidikan Kota Siantar juga memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kondisi di lapangan.
Baca Juga : Awal September, Harga Cabai Merah di Siantar Tembus Rp56.000 per Kilogram
Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar, dalam keterangannya, menegaskan bahwa langkah ini adalah keputusan darurat.
“Keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas. Selama situasi belum kondusif, kami menyarankan sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.
Sistem Belajar dari Rumah
Sekolah yang terdampak sudah menyiapkan metode pembelajaran daring menggunakan aplikasi digital serta grup komunikasi antara guru dan orang tua. Guru tetap memberikan materi dan tugas secara online agar siswa tidak tertinggal pelajaran.
Selain itu, orang tua diminta ikut mendampingi anak-anak mereka selama masa belajar dari rumah. Dinas Pendidikan juga berjanji akan melakukan evaluasi harian untuk memutuskan kapan kegiatan belajar tatap muka dapat kembali berjalan normal.
Kondisi di Lapangan
Berdasarkan pantauan, beberapa ruas jalan di pusat Kota Siantar mengalami penutupan dan pengalihan arus lalu lintas karena dipadati massa aksi. Aparat kepolisian masih berjaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Situasi inilah yang membuat sejumlah sekolah khawatir akan keamanan perjalanan siswa menuju sekolah.
Respon Orang Tua dan Siswa
Kebijakan belajar dari rumah mendapat beragam tanggapan. Sebagian orang tua mendukung penuh karena mengutamakan keamanan anak-anak, meski ada juga yang mengaku kerepotan harus mendampingi di rumah.
Siswa sendiri menyambut kebijakan ini dengan berbagai reaksi, ada yang senang karena bisa belajar dari rumah, namun ada juga yang merasa rindu suasana belajar tatap muka bersama teman-teman di sekolah.
Harapan ke Depan
Pemerintah Kota Siantar berharap situasi segera kondusif agar sekolah bisa kembali beroperasi secara normal.
“Kami berharap semua pihak menjaga ketertiban, agar aktivitas masyarakat termasuk dunia pendidikan bisa kembali berjalan dengan baik,” tambah Kepala Dinas Pendidikan.
Dengan adanya keputusan belajar dari rumah ini, sekolah-sekolah di Pematangsiantar menunjukkan kesigapan dalam menghadapi dinamika sosial yang terjadi, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi hal paling utama.







