, ,

Dua Hari Tenggelam di Aek Katia, Pelajar SMP Rantauprapat Ditemukan Meninggal Dunia

by -598 Views
telkomsel

News Rantau – Suasana duka menyelimuti keluarga besar seorang pelajar SMP di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Setelah dilaporkan hilang akibat tenggelam di Sungai Aek Katia, jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (17/8/2025), setelah dilakukan pencarian selama dua hari oleh tim gabungan.

Berenang di Sungai Katia Lakkut Labuhanbatu, Seorang Anak Terseret Arus dan  Ditemukan Tewas
Dua Hari Tenggelam di Aek Katia, Pelajar SMP Rantauprapat Ditemukan Meninggal Dunia

Korban berinisial RF (14), siswa salah satu SMP di Rantauprapat. Ia dilaporkan tenggelam pada Jumat sore (15/8/2025) ketika sedang mandi bersama beberapa temannya di sekitar aliran Sungai Aek Katia. Saat itu, arus sungai cukup deras usai hujan, dan korban diduga tidak mampu berenang melawan derasnya arus hingga akhirnya terseret.

Baca Juga : Bupati dan Wabup Labuhanbatu Terpilih Ikuti Geladi Pelantikan di Monas Jakarta

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, awalnya korban dan teman-temannya bermain air di tepi sungai. Namun, tanpa disadari mereka masuk ke bagian sungai yang lebih dalam. Beberapa teman berhasil menyelamatkan diri, tetapi RF justru terbawa arus dan hilang dari pandangan.

“Temannya sudah berusaha menolong, tapi arus sangat deras. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar,” jelas Kepala Desa setempat.

Pencarian Intensif Tim SAR

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR gabungan dari Basarnas Tanjungbalai Asahan, BPBD Labuhanbatu, TNI-Polri, serta relawan segera melakukan pencarian. Proses evakuasi cukup sulit karena kondisi sungai yang berlumpur dan berarus deras.

Setelah pencarian selama dua hari, korban akhirnya ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam. Jasad RF kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kepala Basarnas Tanjungbalai Asahan mengatakan, “Kami telah berupaya maksimal. Korban ditemukan pada hari kedua pencarian. Semoga keluarga tabah menerima cobaan ini.”

Duka Keluarga dan Warga

Keluarga korban tak kuasa menahan tangis saat jasad RF tiba di rumah duka. Sejumlah tetangga dan kerabat berdatangan untuk memberikan dukungan moral. Tragedi ini menyisakan duka mendalam, terutama karena korban masih duduk di bangku SMP dan dikenal sebagai anak yang periang.

“Dia anak yang baik dan rajin sekolah. Kami semua sangat kehilangan,” ujar salah satu guru korban dengan mata berkaca-kaca.

Peringatan untuk Masyarakat

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai. Aparat desa bersama pihak sekolah berencana meningkatkan sosialisasi tentang bahaya berenang di sungai berarus deras, terutama saat musim hujan.

BPBD Labuhanbatu juga mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka agar tidak mandi di sungai tanpa pengawasan. “Keselamatan harus menjadi prioritas. Kita harus bersama-sama mencegah agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Kepala BPBD.

Penutup

Tragedi tenggelamnya pelajar SMP di Sungai Aek Katia menjadi duka mendalam bagi masyarakat Rantauprapat. Selain meninggalkan luka bagi keluarga, kejadian ini juga menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kewaspadaan dan keselamatan di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.