, ,

Bupati Suhardiman: Pucuk Rantau Akan Miliki Balai Adat Sebagai Pusat Musyawarah dan Kemajuan Daerah

by -601 Views
telkomsel

News Rantau – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran adat dalam pembangunan daerah. Salah satu langkah nyata yang sedang disiapkan adalah pembangunan Balai Adat di Kecamatan Pucuk Rantau. Rencana tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat identitas budaya sekaligus wadah musyawarah masyarakat adat.

Bupati Kuansing Bersama Wabup Resmi Menyandang Gelar Adat Yang Tabalkan  Lembaga Adat Melayu
Bupati Suhardiman: Pucuk Rantau Akan Miliki Balai Adat Sebagai Pusat Musyawarah dan Kemajuan Daerah

“Balai Adat ini akan menjadi simbol persatuan dan wadah bagi tokoh-tokoh adat untuk bermusyawarah, mengambil keputusan, dan mengawal pembangunan di daerah,” ujar Suhardiman dalam kunjungannya ke Pucuk Rantau, Senin (14/10/2025).

Bava Juag : HUT Ke-26 Kuansing: Bupati Suhardiman Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Kuansing yang Maju dan Beradab

Menurutnya, keberadaan balai adat bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan kebudayaan yang dapat mendorong kemajuan masyarakat Kuansing bagian hulu.


Wujudkan Sinergi Adat dan Pemerintahan

Suhardiman menilai, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai adat dan budaya lokal. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjalin sinergi dengan lembaga adat dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Adat harus menjadi landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kita ingin setiap keputusan yang diambil berpijak pada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.

Pembangunan Balai Adat di Pucuk Rantau juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, dan pemerintah. Dengan demikian, setiap program pembangunan bisa diselaraskan dengan kearifan lokal tanpa mengabaikan aspek modernitas.


Pusat Kegiatan Sosial dan Ekonomi

Selain berfungsi sebagai tempat musyawarah, Balai Adat Pucuk Rantau nantinya akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah berencana memfasilitasi pelatihan keterampilan, pembinaan generasi muda, serta kegiatan kebudayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kita ingin balai adat ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan berkreasi. Tidak hanya untuk adat, tetapi juga untuk pengembangan sumber daya manusia,” jelas Suhardiman.

Rencana pembangunan ini akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, baik dalam bentuk swadaya tenaga maupun dukungan material. Suhardiman berharap semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Kuansing tetap terjaga.


Dukungan Masyarakat dan Tokoh Adat

Rencana pembangunan Balai Adat Pucuk Rantau disambut positif oleh berbagai elemen masyarakat. Sejumlah tokoh adat menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.

“Selama ini, kami memang menginginkan adanya tempat resmi untuk bermusyawarah dan menjaga warisan adat. Kehadiran Balai Adat ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujar salah satu ninik mamak setempat.

Tokoh pemuda Pucuk Rantau juga berharap agar bangunan tersebut nantinya menjadi pusat kegiatan lintas generasi. “Anak muda perlu ruang untuk belajar adat dan sejarah daerah. Dengan adanya Balai Adat, kami bisa lebih dekat dengan akar budaya kami sendiri,” katanya.


Langkah Menuju Kuansing Beradat dan Maju

Bupati Suhardiman menegaskan bahwa pembangunan Balai Adat merupakan bagian dari visi besar Pemkab Kuansing untuk mewujudkan “Kuansing Beradat dan Maju.” Ia berkomitmen agar setiap pembangunan fisik di daerah juga mencerminkan pembangunan karakter dan budaya.

“Pucuk Rantau memiliki sejarah panjang dan nilai budaya tinggi. Kita ingin menjadikannya contoh bagaimana adat bisa berjalan seiring dengan kemajuan zaman,” pungkas Suhardiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.